بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

saligury

saligury
RUMAH GADANG

Senin, 22 September 2014

BERKAWAN HARIMAU BERSAMA ALAM


 
 
 
 
 
 
1 Votes

Cover Buku: Berkawan Harimau Bersama Alam
Judul Buku  : BERKAWAN HARIMAU BERSAMA ALAM
Penulis         : Didik Raharyono
Penyelaras   : E. T. Paripurno
Terbitan       : Kappala Indonesia  dan The Gibbon Fuondation, 2002.
Halaman      : 103 hlm.+ xvi, 63 ilus; 21 cm.
ISBN           : 979-3143-02-9
Harimau merupakan hewan buas yang sangat ditakuti manusia, oleh karena itu pengamat macan di Jawa hampir tidak ada. Walaupun begitu ada seorang peneliti muda yang ambisius berusaha mengentaskan harimau jawa dari predikat punah. Perjuangannya menggeluti habitat harimau selama bertahun-tahun itu akhirnya diramu menjadi satu-satunya buku pandu cara mencermati keberadaan harimau jawa yang bertajuk Berkawan Harimau Bersama Alam (BHBA).
Didik Raharyono ‘memburu’ harimau jawa sejak tahun 1997 tanpa mempedulikan klaim punah yang melekat pada satwa buas itu. Justru Didik bersemangat untuk menemukan harimau jawa agar orang lebih peduli terhadap kesetimbangan ekologis pulau terpadat di dunia ini.  Ide segar tentang pengelolaan hutan di Jawa tanpa memperhatikan sekat administrasi merupakan dobrakan cerdas supaya orang tidak terjebak pada otonomi daerah yang sektorial dan sedang mengalami euforia ini.
Jiwa pemberontakannya sebagai pengamat hidupan liar amatlah mengesankan. Penuturan pemburu lokal yang bersaksi pernah membunuh macan loreng dijadikan sebagai awal pijakan penelitiannya. Sarjana Biologi jebolan UGM ini bahkan mampu mendapatkan sampel spesimen sisa pembunuhan harimau jawa tahun 1996 dari Gunung Slamet (halaman 15), hal yang tidak pernah dilakukan peneliti dari LIPI sekalipun. Padahal opini dunia menyakini bahwa habitat terakhir harimau Jawa adalah Taman Nasional Meru Betiri di Jawa Timur.  Keberanian penulis mencantumkan keterangan pemburu lokal sebagai acuan pustaka menjadikan BHBA mempunyai warna eksotis.
Buku ini sangat spektakuler karena mampu menampilkan sebuah foto harimau jawa yang dibunuh tahun 1957 (hal. 20). Tampilan foto tersebut menjadi bahan sanggahan tentang punahnya harimau jawa yang diklaim mulai tahun 1980-an, seperti yang dituangkan penulis pada halaman 11. Sebagai generasi yang dilahirkan terlambat, Didik mampu menolong dunia pengetahuan untuk mengetahui seberapa besar ukuran tubuh harimau jawa yang pernah hadir di Jawadwipa.
Didik terlihat sebagai peneliti muda yang sangat antusias untuk mengawinkan pengetahuan pemburu lokal dengan disiplin ilmu biologi yang digelutinya. Pengetahuan dari pengalaman pemburu lokal yang berhasil membunuh loreng jawa berdasarkan kecermatannya mengenali bekas aktivitas loreng atau tutul diilmiahkan oleh Didik dengan memperbandingkan bekas aktivitas harimau sumatera.
Bab I buku BHBA ini mengungkapkan pikiran dan harapan penulis tentang hidup berbagi ruang antara harimau jawa dengan manusia penghuninya agar ekosistem Jawa dapat dijadikan sebagai habitat bersama. Pada Bab II dituangkan kriteria baku ukuran bekas aktivitas harimau jawa dan peta sebarannya sampai tahun 2000. Data sebaran habitat harimau jawa ini mengungkapkan bahwa kawasan di Jawa tidak semuanya dipadati oleh komunitas manusia, melainkan ada juga yang berupa habitat hidupan liar. Bab III berisi pendetailan bekas aktivitas harimau jawa dan cara merekamnya sehingga mampu menjadi data ilmiah. Menemukan sehelai rambut harimau di hutan sepertinya mustahil, tetapi di dalam Bab IV pembaca diajak menjelajahi dunia rasionalitas bahwa menemukan rambut di hutan itu mudah. Awalnya memang membutuhkan ketrampilan dan jam terbang penelitian yang tinggi, namun setelah membaca Bab IV orang awampun bisa menjadi peneliti harimau jawa. Rambut menjadi kajian khusus, karena kehadiran satwa dapat diketahui dari rambut yang ditinggalkannya. Dibuku ini bahkan dijelaskan tentang perbedaan rambut harimau jawa dengan rambut macan tutul. Momentum perjumpaan tidak bisa terulang kembali, oleh karena itu pada bab terakhir penulis memberikan uraian tentang cara mengabadikan temuan bekas aktivitas yang diduga sebagai kepunyaan harimau jawa.
Buku ini menjadi lengkap karena disertai foto-foto bukti bekas aktivitas temuan dilapang dan beberapa sketsa jejak hewan penghuni hutan. Buku BHBA ini penggarapannya terkesan tergesa-gesa sehingga pada Bab II banyak kekurangan ketik, dimana harimau jawa di tulis haimau jawa. Selain itu beberapa keterangan gambar foto tidak lengkap bahkan kalimatnya hilang. Namun tidak mengurangi kekuatan BHBA sebagai buku pandu yang sangat monumental bagi kasanah ilmu pengetahuan hidupan liar di Indonesia, khususnya Jawa. Dibandingkan dengan Sumatera yang jelas-jelas masih memiliki harimau sumatera, namun buku pandu manual yang serupa BHBA belum ada.
Sepertinya buku ini bisa dijadikan bacaan penting bagi Pecinta Alam, Jagawana, Surveyor hutan dan orang umum yang suka masuk keluar hutan. Sehingga siapapun memang bisa menjadi pengamat hidupan liar dan berperan nyata bagi konservasi ekosistem Pulau Jawa. Selamat membaca.
Peresensi:
D. Kurnia, S.Pd.
Praktisi Hidupan Liar
Book Title: TIGER BROTHERHOOD WITH NATURE
Writer: Didik Raharyono
Synchronizers: E. T. Paripurno
Publisher: Kappala Indonesia and The Gibbon Fuondation, 2002.
Pages: 103 pp. + Xvi, 63 ilus; 21 cm.
ISBN: 979-3143-02-9
The tiger is a wild animal and humans is feared its animal, therefore the tigers observers in the Java almost nothing. Nevertheless there is an ambitious young researcher tried eliminating javan tiger from extinction predicates. Struggle to wrestle tiger habitat long years, were finally mixed to be the only guide book examine the existence of javan tiger show in Tiger Brotherhood with Nature (BHBA).
Didik Raharyono ‘hunting’ javan tiger since 1997, regardless of claims extinct attached wild animals to it. Didik just eagerly to find a javan tiger for that people cared more about the ecological equilibrium of the world’s most populous island. The fresh ideas about forest management in Java, regardless of the administration screen is bright ‘broken open’ so people do not get stuck on regional autonomy and is experiencing this euphoria.
The soul of rebellion was a wildlife observers is very impressive. Telling a local hunter who testified to kill the javan tiger has made the initial research platform. Bachelor’s Biology dropout for Gadjah Mada University is even able to get a sample of specimens remaining javan tiger killing in 1996 for Mount Slamet (page 15), something never done even researchers from LIPI. Yet world opinion believed that the last habitat of the Java tiger at Betiri Meru National Park in East Java. The courage author purpose to include information for local hunters as a reference library has made BHBA book’s very ‘exotic’.
This book is spectacular because it can display a newly photo javan tiger killed in 1957 (p. 20). Display photos into arguments about the extinction of material javan tiger claimed began in the 1980s, as the author stated on page 11. As the generation that was born too late, Didik can help the knowledge world to know how huge size javan tiger had been present in Javadwipa.
Didik to seen as a keen young researcher to ‘mix’ knowledge for local hunter with of the biology discipline of that profession. Knowledge of the experiences successful local hunters to kill javan tiger, to punctilious recognize tiger or leopard activity marks of based to scientifically by Didik comparing the former sumatran tiger activity.
In Chapter I this book’s reveals the author’s mind and the hope of sharing living space between the tiger with the human inhabitants of Java so that Java ecosystem as a habitat can be used together. In Chapter II, the standard size criteria set forth former javan tiger activity and spreading maps until 2000. Javan tiger habitat distribution reveals that in Java region is not all filled by the human community, but there is also a form of wildlife habitat. Chapter III contains the former activities of the javan tiger and how to record it so as to become scientific. Finding a tiger hair in the jungle seemed impossible, but in Chapter IV the ‘reader’ invited to explore the world of rationality that the hair found in the woods is easy. Initially it requires skill and hours of research a high flying, but after reading Chapter IV of people can be javan tiger researcher. Hair became a special study, because the presence of animals can be ascertained from hair he left behind. In this book, described even about differences compare javan tiger and leopard hair. Moment to the encounter could not happen again therefore the last chapter the author gives a description of how to capture the former findings of an alleged belong javan tiger activity.
This book is complete because the photographs accompanied by proof of former activities and findings for wild, pug sketches forest dwellers. This book BHBA impressed finally so hasty in Chapter II, many shortcomings type, where the ‘harimau’ write ‘haimau’. Also some photos captions incomplete sentence even lost. But do not reduce the strength BHBA as a very monumental guide’s book for wildlife science in Indonesia, especially Java. Compared with Sumatra who clearly still have a sumatran tiger, but the manual guide book similar BHBA is not yet.
This book seems to be essential reading for Nature Affections, Rangers, Forest surveyors and the general people who like to go out of the forest. So anyone can become an observer’s wildlife and a real role for the Java ecosystem conservation. Happy read.
Peresensi:
D. Kurnia, S.Pd.
Practitioners wildlife

Minggu, 21 September 2014

Kisah Ku dan Kisah Mereka

    Diawali dengan bissmillah saya mau berbagi cerita dengan sahabat blogger smua.kisah ini saya ambil dari kisah hidup saya sendiri.Berawal dari derita hidup yg mungkin sudah suratan nasib seorang anak manusia.Yg terlahir dari lingkungan miskin yg minim dengan pendidikan dan ekonomi.saya seorang dari dua bersaudara yg mengawali langkah kaki ke negri orang.yang kalo menurut pepatah adat kami, mencarikan perut yg tak berisi dan punggung yg tak bertutup.disinilah kisah ini dimulai,kisah seorang anak manusia yang berangkat dari kampung halaman nya yang hanya berbekal doa restu dari sang bunda tercinta...

     Maka pada hari itu datang lah saat yang ditunggu dan memang direncanakan...dengan diiringi deraian air mata bunda tercinta.kuayun kan langkah meninggalkan kampung tercinta.dengan berbekal doa dan tekat membaja,kuusap air mata yg tak berhenti mengalir.ku kuat kan hati dan teguhkan jiwa untuk menghadang kejam nya dunia..

     Setapak demi setapak ku berjalan,selangkah demi selangkah kujalani hidup ini,hingga pada akhir nya setelah sekian lama waktu berlalu,aku sampai dipenghujung muara,,,kubentangkan tangan menghirup asa ku kuat kan tekat dan kuteguh kan iman.dan pada akhirnya aku bermuara pada yg nama nya PERNIKAHAN...  Yah pernikahan,hanya dengan jalan inilah menurutku jalan terbaik yang mungkin bisa merobah hidup dan memperbaiki garis nasibku.Ternyata benar kata ujar2 orng tua jaman dahulu.jika engkau ingin merasakan perjuangan yang sebenar2 perjuangan.menikah lah dan rasakan lah pahit manis nya oleh mu.karena walaupun engkau hidup dalam berkecukupan,engkau tidak akan pernah menemukan apalagi merasakan kesempurnaan dalam hidup dan kehidupan.disaat engkau miskin jangan lah terlalu larut dalam kemiskinan,dan disaat engkau kaya jangan lah pula terlalu larut dalam kekayaan.soal nya antara kemiskinan dan kekayaan itu hanya berbeda tipis se tipis empun dipagi hari.kerena walaupun sekarang engkau miskin belum tentu besok engkau bakalan seperti itu jua,dan apabila sekarang engkau kaya belum tentu juga esok engkau bakalan masih kaya.seperti kata pepatah roda itu selalu berputar seperti bumi, yang membuat terjadinya malam dan siang.

      Dan ternyata semua ujar2 dan pesan dari orang2 tua jaman dahulu itu selalu benar,jarang sekali yg meleset dari kenyataan.entah itu adalah pengalaman mereka atau hanya lah sebuah sugesti saja.Tapi yg kurasakan dan kujalani sekarang,semua nya ada jg benar nya.walaupun masih serba kekurangan tp membuat aku merasa lebih matang dan dewasa.tempaan demi tempaan derita demi derita ku jalani dengan ikhlas.aku hanya pasrah dan slalu berdoa mudah2an Yang Maha Kuasa slalu meneguhkan Iman dan Ketakwaan ku,.biar lah aku saja yg merasakan dan menikmati semua yang menjadi beban hidup ini.asalkan jangan keturunan ku kelak seperti aku juga.biarlah pendayaung ini kupeluk erat2,asalkan bahtera ini terus berjalan.biarlah panas dan hujan serta badai gelombang ku hadang sendiri,asal kan keturunan ku bisa berlayar sampai ditujuan nya.

      Dan pada hari ini,lengkap sudah semua nya.berkat keteguhan dan kegigihan ku dalam mendayung bahtera itu.kini aku mulai mendekati apa yg menjadi tujuanku.dan mudah2an Yang Maha Kuasa selalu melimpahkan rahmat dan kurnia nya hingga aku dapat berlabuh didermaga asa.siang malam aku berdoa demi anak istri tercinta dan juga buat ibunda yg jauh disana.mudah2an slalu diberi kekuatan dan kesabaran dalam mejalani semuanya.Walau terkadang aku merasa iri dengan mereka hidup penuh dengan limpahan harta dan sentiasa slalu tak lepas dari canda tawa.yang seakan tiada pernah merasakan derita.yang tak pernah menitik kan air mata apalagi merasakan yang namanya sengsara.Yang sepanjang waktu bahkan sepanjang usia,selalu merasa aman tentram sentosa.kadang disela lamunan aku bertanya,apakah yang menjadikan mereka slalu bahagia.padahal apabila kuperhatikan dengan seksama.banyak juga dari mereka yang kehidupan nya ngk jauh berbeda dengan ku,walau tidak sedikit yang memang hidup dalam gelimang harta dunia.Tp mengapa,sekali lagi mengapa...tapi aku tak kunjung menemukan jawaban nya,soalnya memang aku bertanya bukan kepada mereka.aku bertanya kepada diriku sendiri,aku bertanya kepada hatiku sendiri....

       Selintas terbayang lagi dipelupuk mata ku tentang semua kehidupan yang pernah kulalui..kehidupan yang penuh dengan tetes keringat dan air mata.tentang rintangan demi rintangan yang telah kulewati.akhirnya aku sadar,akhirnya aku tau,dan akhirnya aku bersujud dan bersukur kepada sang maha pencipta,yang mana sampai detik ini aku masih ada.dan masih bisa melihat sang surya.yang masih bisa menghirup udara dan masih bisa menyaksikan cerah nya dunia...Dan akhirnya dipenghujung tulisan ini aku mau berbagi sesuatu dengan teman2 bloger semua.Tetaplah tegar dan jangan lah lupa berdoa.Niscaya yang maha pencipta takkan pernah melupakan umatnya dan takkan pernah membiarkan kita sengsara selama kita slalu Bertakwa...Demikian lah sobat bloger semua .sepenggal cerita dariku,dan mudah2an bisa untuk menjadikan renungan buat kita semua.dimbil yang baik nya saja dan tinggal kan yang tak berguna.mudah2an kita semua slalu dibawah lindunganNYA dan selalu diberkahi akan kasihNYA.hingga kita hidup dan menjalani kehidupan ini sebagai mana mestinya sampai akhirnya kita menutup mata....Terima kasih,Wassalam....

Jumat, 19 September 2014

......LAMUNANKU.......


    Sang surya tersenyum diufuk sebelah timur..cahayanya menyinari alam tuhan..burung2 bernyanyi dengan merdu..berlarian riang gembira,terbang diantara pucuk2 cemara..semua kembali setelah beberapa hari ini alam bermuram durja diselimuti kabut dan awan tipis.memang sekarang lg musim penghujan,dimana2 ada genangan air,jalan jd becek membuat sendal dan sepatu menjadi tebal karena tanah basah yg melekat.apalagi dikampung kami ini,jln nya blom tersentuh oleh yg namanya aspal.sehingga dikala musim hujan seperti sekarang ini semua jd berlumpur.jalan jd berlobang setelah digilas mobil atau motor.memang kampung kami ini agak sedikit terbelakang dr kampung tetangga.semua fasilitas umum masih sekadarnya.seperti sekolahan puskesmas atau pun tempat umum lainnya.
 
     Dulu ada pejabat pemerintah mensurver desa kami ini dan pernah menjanjikan akan disediakan nya perlengkapan umum disini.karna menurut beliau desa kami punya potensi alam yg bisa dikembangkan.emang si kampung kami ini adalah lahan yg sangat strategis dan subur.letak nya ngk terlalu jauh dari jln besar atau jalan utama.penduduk nya lumayan padat,dan rata2 rajin giat dalam mengolah tanah garapan masing2.selain itu hutan kami yg lebat blom tersentuh oleh pencari kayu dr pabrik manapun.kami jg senantiasa menjaga kelestarian nya,selain hutan itu berada dikaki gunung tempat kami tinggal yg merupakan tersimpan nya air hujan yg kalau ngk ada akan menyebab kan banjir.pohon2 nya besar2 dan tinggi menjulang kelangit.ranting2 dan dahan 2 yg patah bisa dimamfaatkan menjadi kayu bakar.sementara diantara ruang nya pun banyak ditanami oleh masyarakat setempat seperti singkong dan lain2.pokok nya masih murni da asri desa kami ini.blom tersentuh oleh limbah dan perdaban jaman sekarang.apabila malam udaranya angat dingin,desau angin membuat para penduduk enggan untuk keluar rumah.selain gelap karna ngk ada listrik.paling cuma cahaya obor yg tersampir disetiap salah satu sudut rumah penduduk.tp walau pun begitu kampung kami selalu aman walau hanya ada beberapa orng pemuda dan bapak2 yg selalu ada meronda disetiap malam nya.

    Jiwa kebersamaan dan kekeluargaan yg sangat tinggi diantara kami lah yg membuat desa kami ini selalu damai dan tentram.dikala siang hari terlihat ibu2 yg menjemur padi dipekarangan rumah dan para gadis remaja yg menunbuk padi.dan terlihat bocah2 kecil yg bermain dg riang gembira.membuat suasana begitu mengharu biru memandang nya.benar2 kampung yg masih perawan dan nyaman.

   Seperti pada pagi ini.setelah habis diguyur hujan yg lumayan lebat semalam.orng2 sudah memulai lg aktifitas masing2,ada yg berangkat kesawah dan keladang.ada yg berjalan kekali untuk mencuci,dan ada anak2 yg berangkat sekolah k kampung sebelah.pokok nya seperti biasa dan selalu begitu setiap harinya.     Pernah aku berfikir kalo suatu saat pihak kota datang k desa kami ini dan mereka melihat kondisi kami disini.dan berniat menjadikan desa yg sekarang belum tersentuh kemajuan tekhnologi moderen.apakah kah yg akan terjadi?bisa2 alam yg kami yg sejuk dan nyaman ini dipenuhi asap pabrik dan bising nya suara kendaraan yg lalu lalang...oh sungguh tidak terbayangkan oleh ku,udara yg sejuk berubah menjadi gersang,pohon2 yg rindang musnah karena ditebang buat mendirikan pabrik,gedung dan banyak lagi.dan sungai yg jernih dipenuhi limbah2,serta sampah2 yg mengapung dan bau ....oh alangkah mengerikan nya..

Memang ada untung nya jg,tapi lebih banyak rugi nya menurut pemikiran ku yg masih awam ini.ketakutan setiap org yg ngak mau kehilangan kepribadian nya,lingkungannya dan masa depan tanah leluhur mereka.tp sampai kapan kah semua akan bisa bertahan seperti ini?tidak ada yg tau pastinya.mungkin suatu saat desa yg sedikit terbelakang seperti sekarang ini,dimasa depan akan menjadi  pusat semua kesibukan dan perekonomian dan ,tempat bermukimnya org2 terpelajar dan orng berdasi.tidak akan ditemukan lg udara yg sejuk,sungai yg mengalir jernih dan pohon rindang tempat berteduh dikala musim kemarau....semua akan sirna ditelan tekhnologi dan peradaban kota...begitu kejam kadang hidup ini terasa.begitu gampang nya semua berubah,begitu semena2 nya merenggut segalanya..tak terasa sepasang telaga mengalir hangat dari kedua mataku seiring kesadaran ku dr lamunan yg membuat ku tertawa sendiri....untung cuma lamunan kataku.....

Minggu, 14 September 2014

Lapau gaul bag 1

***BAGURAU***

      Lapau:lapau adalah sebutan untuk panggilan sebuah warung kecil didaerah minang kabau sumatra barat.
Disebuah lapau atau warung didaerah pedesaan RANAH MINANG merupakan wadah atau sarana untuk berkumpul disore hari selepas seharian bekerja di sawah atau pun diladang.Ditempat yg disebut LAPAU itu jua lah tempat bertemu dan berkumpul nya kaum bapak dan para pemuda di sore hari.Disana bukan hanya ada kejadian jual beli saja,tetapi merupakan tempat berbagi cerita dan berita seputar kejadian hari itu,masa lalu dan jg masa depan.Lapau jg merupakan tempat bercengkrama dan bermacam permainan jg digelar di sebuah lapau.Diantara nya permainan DOMINO,CATUR,REMI dan masih banyak lg yg lain ,sesuai dengan hobi dan kebiasaan masing2 orang.

       Seperti pada suatu hari,di sebut Uni GADIH yg merupakan sang pemilik lapau.Dia bertanya k pada seorang pemuda bernama MANTO yg setiap hari slalu nongkrong di warung nya selepas pulang dr sawah.

Uni gadih: Baa kok langang urng ko manto,bi kama no go(kenapa sepi amat orng manto,pada kemana kah                   mereka)

Manto: Antah iyo ni gadih,awak heran lo mah.ndak biasonyo nyo mode iko.(Entah lah ni gadis,saya jg                       heran.nggk biasanya begini)

Nggak lama setelah terjd percakapan singkat antara uni gadih dengan manto,datang lah seorng laki2 paro baya yg dipnggil MAK I(paman ery,itu nama beliau ERY)

Maka bertanya pulalah mak ery tersebut kepada si manto..

Mak I (mak ery):Manga waang Tuak(TUAK adalah panggilan candaan sehari2 si manto),ndak karajo
           waang?(kapain kamu tuak,nggak kerja kamu)

Manto:Eh mak i,lai mak i,alah pulang,awak cako agak capek pulang senek,karajo ndak banyak disawah do.
           (eh mak i,ada ,sekarang udah plng,td plng agak cepat kerjaan sedikit.)

Mak i:Tu apo k gabah li go,badamino wak nah,wak ansua se baduo dulu malakik tibo kawan nan lain
          (trus kita mau ngapain ini?kita main domino yuk,kita mulai aja berdua dulu siapa tau ntar datang
           teman2 yg lain) ......
Maka mulailah mak i berdua dengan si manto main permainan yg bernama DOMINO itu.mereka berdua bermain dengan niat menunggu teman 2 yg lain datang.diiringi dengan senda gurau dan ketawa2 kedua nya terus bercengkrama ria.....

Begitulah sekilas bayangan tentang kehidupan yg terjadi diranah minang diseputar sebuah tempat yg bernama LAPAU tersebut...BERSAMBUNG...
                                                                   

Minang Kabau

 Minang Kabau

Minang kabau adalah sebutan untuk sebuah daerah di provinsi Sumatera barat.sebuah daerah yg sarat dan kuat akan adat istiadat nya dari jaman dulu.didaerah itu hukum ditentukan oleh adat yg harus dijunjung tinggi oleh segenap penduduk.misal nya tentang hukuman seseorang yg melakukan sebuah kesalahan:seperti mencuri atau pun maling.sebelum diserah kan ke pihak yg berwajib,terlebih dahulu diadili oleh aparat atau badan nagari.semua diproses sesuai dengan adat.kaum niniak mamak yg bersangkutan akan mengadakan musyawarah dengan badab keamanan kampung serta kaum ulama,tentang kesalahan dan hukuman apa yg bakal dijatuh kan kepada tersangka atau terdakwa.semua berjalan dg kekeluargaan.selagi masih bisa dimaaf kan,kesalahan itu mash dipertenggangkan hukuman nya.asal kan yg melakukan kesalahan berjanji tidak akan mengulangi lg perbuatan nya itu.Minang kabau bukan nya tidak menghargai hukum dari pihak pemerintah,tp malah ikut membantu dan meringan kan tugas yg seharus nya menjadi tugas dari aparat pemerintah.Dijaman dahulu ada yg namanya hukum rajam untuk mereka yg melakukan kesalahan yg fatal.itu jg berlaku di daerah minang,ada yg tangan nya dipotong,atau kaki nya,ada jg yg lidah nya, bahkan ada juga yg dipancung.semua tergantung dari besar dan kecilnya suatu kesalahan.tapi semua itu tidak terlepas dari pertimbangan dan mufakat dari badan pemuka adat setempat.walau apapun hukumanyg dijatuhkan telah dipertimbangkan dg matang dan sangat hati2 sekali.sebab semua itu akan dilihat dan menjadi contoh untuk penduduk dan kelansungan dari peradilan adat itu sendiri.tapi yg nama nya kejahatan memang tidak akan pernah sirna dari muka bumi ini,selama hidup dan kehidupan masih ada.dijaman sekarang semua telah berubah seiring dengan berlalu nya waktu.tp yg nama nya adat minang kabau,masih berdiri kokoh walau pun ada sedikit perobahan dan pembaharuan.                                                                                                    
Flaming Arrow Glitter Purple